“Pasti banyak temuan di medsos, misalnya anak-anak yang meminta menu-menu tertentu dalam MBG. Oleh karena itu kita harus memberikan akses kepada seluruh masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut BGN juga meluncurkan Kampanye Nasional Makan Bergizi Hak Anak Indonesia sebagai salah satu langkah pemenuhan gizi masyarakat Indonesia, dimana pada tahun 2045 mendatang jumlah penduduk diperkirakan dapat mencapai 324 juta.
“Orang Indonesia masih tumbuh enam jiwa per menit, tiga juta per tahun, dan masih akan tumbuh sampai 324 juta di tahun 2045. Seperti diketahui, sebagian besar mereka lahir dari orang tua yang pendidikannya rata-rata sembilan tahun, maka tidak heran kalau 60 persen tidak punya akses terhadap menu dengan gizi seimbang dan 60 persen jarang minum susu karena tidak mampu beli susu,” kata Dadan.
Menurut Dadan, pemenuhan gizi merupakan investasi paling penting bagi masa depan bangsa. “Asupan yang tepat tidak hanya membuat anak sehat secara fisik, tetapi juga memperkuat kemampuan intelektual dan ketahanan mental mereka. Inilah fondasi utama untuk membentuk generasi penerus yang kuat,” jelasnya.
