Bayu juga menilai keikutsertaan negara-negara Islam di cabang ini menunjukkan peningkatan kualitas dan pemerataan kemampuan antarnegara.
“Sekarang kekuatan mulai merata. Lawan dari Kazakhstan misalnya, sudah bisa menunjukkan teknik yang solid. Ini jadi sinyal bahwa pencak silat makin diakui dunia,” tambahnya.
Medali emas pencak silat kelas C putra direbut pesilat Malaysia Muhammad Khairi Adib Azhar, perak diraih Ahmed Al-Baadani dari Yaman dan perunggu menjadi milik Uali Zhalgasbay asal Kazhakstan dan Shamil Bazarbaev dari Kyrgistan.
Untuk kelas D putra, Tasmagambetov membawa pulang emas, Zemouchi Abdelbasset dari Algeria perak dan perunggu bersama diraih pesilat Indonesia Ginting dan pesilat tuan rumah Mazen Alzahrani.
Dalam setiap penampilan di Islamic Solidarity Games Riyadh 2025, Tim Indonesia didukung oleh Mills, BAIC Indonesia, Aice, Kings Travel, TikTok, Perumnas, dan SVRG sebagai sponsor. (bam)
