“Kalau saya sih tidak lihat ada polisi atau Dishub yang mengatur arus lalin yang macet parah ya, lihatnya ya juru parkir liar, pak ogah sama tukang dagangan gerobakan depan GOR Ciracas. Polisi sama Dishub tidak ada,” ujar Eko.
Di samping itu, menurutnya, seharusnya pengelola GOR Ciracas atau panitia acara bisa melihat situasi kemacetan yang horor itu kemudian melakukan evaluasi.
“Dari pagi, siang, sore, kan bisa dilihat sendiri macetnya, banyak pengendara yang kesal loh dan ini biasanya kalau GOR Ciracas ada gelaran acara/kegiatan pasti macet, tapi ini parah macetnya dari Flyover Pasar Rebo, Trafficklight Mall Cijantung-Khong Guan saja bisa satu jam lebih,” keluh Eko.
Sementara itu, pengendara motor lainnya, Balqis, karyawan swasta menambahkan, kemacetan arus lalu lintas menurutnya, selain parkir liar itu diperparah adanya pak ogah.
“Sekitar depan GOR itu kan ada putaran balik, ada pak ogah juga, pasti lebih mengutamakan pengendara yang kasih uang, tapi dampak macetnya kan sampai ke trafficlights Flyover Cijantung, Pasar Rebo. Banyak yang kesel loh saya lihat tadi pengendara,” ujar Balqis. (Joesvicar Iqbal)
