Temuan surat itu memperkuat dugaan bahwa korban berniat mengakhiri hidupnya. Waluyo mengatakan, isi surat menunjukkan adanya tekanan mental dan perasaan gagal dalam diri korban.
“Dari surat yang kami temukan, tampak ada ungkapan keputusasaan dalam hidupnya. Namun, untuk dugaan motif lain seperti masalah asmara atau perundungan masih kami dalami lebih lanjut. Belum ada indikasi adanya bullying,” jelas Waluyo.
Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sehingga polisi belum dapat meminta keterangan secara langsung. Pihak kepolisian bersama Satreskrim Polresta Bogor Kota masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus ini.
Sementara itu, pihak kampus Universitas Pakuan disebut telah berkoordinasi dengan keluarga korban untuk memberikan pendampingan medis dan psikologis.
Peristiwa tragis ini menjadi pengingat penting tentang kesehatan mental di kalangan mahasiswa. Bunuh diri dapat terjadi saat seseorang mengalami tekanan berat tanpa dukungan yang memadai. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami permasalahan serupa, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. (Vinolla)
