Kepala Pusdiklat BPSDMI Kemenperin Sidik Herman menjelaskan, pelatihan tersebut dilaksanakan dalam rangka menciptakan wadah untuk berbagi pengetahuan, pembelajaran, praktik dan pengalaman terbaik serta meningkatkan kolaborasi di bidang ekonomi kreatif. Para peserta pelatihan ini berjumlah 60 peserta yang berasal dari wilayah Afrika, Karibia, dan Pasifik dengan latar pembuat kebijakan, administrator, atau regulator di sektor ekonomi kreatif. “Harapannya agar setiap peserta dapat membawa dampak yang signifikan terhadap pengembangan industri kreatif di negaranya masing-masing,” ujar Sidik.
“Kemenperin menyambut baik potensi kolaborasi lanjutan dengan mitra dari Afrika, Karibia, dan Pasifik, terutama dalam pengembangan SDM industri kreatif untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tambah Sidik.
Jadi Agen Perubahan
Program peningkatan kapasitas ini berlangsung selama satu minggu dengan dua metode pembelajaran: pelatihan di kelas dan kunjungan lapangan. Peserta tidak hanya memperoleh teori ekonomi kreatif, tetapi juga pengalaman praktis di dunia usaha. “Kami menghadirkan pengajar dari kalangan pembuat kebijakan dan pelaku industri kreatif yang berpengalaman, agar peserta mendapatkan inspirasi langsung dari para praktisi,” ujar Kepala BDI Denpasar Arga Mahendra.
