Melalui total 27 jam pelatihan, para peserta mendapatkan pembelajaran interaktif dari berbagai narasumber, termasuk praktisi industri kreatif, perwakilan Bank Indonesia, serta pembuat kebijakan dari Kemenperin, Kemlu, dan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf). “Program ini ditargetkan menghasilkan 60 alumni yang akan menjadi agen perubahan di negara masing-masing, dengan berbagi pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh di Indonesia,” kata Arga.
Menurut Direktur Pasifik dan Oseania Kemlu Adi Dzulfuat, program ini merupakan lanjutan dari program serupa tahun 2024. Kegiatan ini dirancang bersama antara Kemlu, Kemenperin, KBRI Brussel, dan LDKPI untuk memperkaya pemahaman para peserta dari negara-negara anggota OACPS tentang kebijakan ekonomi kreatif Indonesia dan implementasinya melalui para pembuat kebijakan dan praktisi yang diundang untuk berbagi perspektif dan pengalaman mereka. “Kami juga berharap adanya percakapan dua arah di mana para peserta dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman dari negara masing-masing,” tutur Adi.
