Beberapa warganet kemudian mengaku pernah menggunakan jasa Deni. Salah satu pengguna media sosial bahkan membagikan pengalamannya saat dirias oleh sosok yang ia kira perempuan.
“Waktu nikah aku pakai jasa MUA, dan ternyata si D ini timnya MUA yang aku pakai. Awalnya aku kagum banget, cantik banget, kataku waktu itu,” tulisnya.
Ia mengaku sempat dipegang dan dibantu mengenakan busana pengantin tanpa menyadari bahwa perias tersebut adalah laki-laki.
“Dia yang masangin attire-nya. Aku fine-fine aja karena ngira dia cewek tulen. Tapi pas tahu ternyata cowok, kaget banget,” lanjutnya.
Dalam unggahan lanjutan, akun @nasikrawumataram juga menuding Deni kerap mengenakan hijab dan mukena dalam aktivitas sehari-hari, termasuk saat beribadah.
“Sholat pakai mukenah, pakai hijab sehari-hari. Korbannya perempuan juga karena dia merias dan megang-megang perempuan muslimah yang sangat menjaga diri,” tulis akun tersebut.
Kasus yang dijuluki warganet sebagai “Sister Hong Lombok” itu pun menuai beragam reaksi. Banyak yang mengecam tindakan penyamaran Deni karena dianggap menipu dan melanggar norma agama. Namun, sebagian lainnya menilai peristiwa ini bisa menjadi pelajaran agar masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih jasa rias, dan tidak hanya menilai dari penampilan luar.
