Dengan penuh penghormatan, Menag menutup kegiatan dengan doa untuk para guru yang telah wafat, dari semua agama. Ia mengingatkan bahwa jasa mereka tidak hanya membentuk generasi, tetapi juga menjadi amal jariah yang terus mengalir sepanjang ilmu itu diamalkan.
Pesannya, penghargaan terhadap guru harus diwariskan dalam tindakan, bukan sekadar seremonial. Melalui kayuhan sepeda onthel, nostalgia, keberagaman, dan penghormatan terhadap seluruh ekosistem pendidikan dipadukan menjadi satu napas—menegaskan bahwa mencerdaskan bangsa adalah kerja panjang yang dibangun bersama. (ahmad)
