Ketiga, mimpi untuk dunia yang lebih baik. Mimpi anak-anak dianggap bersih dan penuh harapan. “Inilah yang menginspirasi Paus Fransiskus menetapkan Hari Anak Sedunia untuk membangun tatanan sosial yang lebih manusiawi,” ungkap Fr. Enzo.
Fr. Enzo juga mengundang anak-anak Indonesia dari berbagai agama untuk berpartisipasi dalam Hari Anak Sedunia kedua di Vatikan.
“Kami berharap anak-anak Indonesia bisa hadir, belajar satu sama lain, dan memperkuat persaudaraan lintas iman,” katanya.
Audiensi diakhiri dengan peninjauan Terowongan Silaturahmi Istiqlal–Katedral, simbol kuat harmonisasi dan dialog antarumat beragama di Indonesia. Selain membahas agenda anak, pertemuan ini menegaskan komitmen kedua pihak dalam memperjuangkan nilai kemanusiaan dan pendidikan karakter yang universal. (ahmad)
