Menurut Wito, keluarga sebenarnya sudah melarang korban memotong mortir tersebut. Namun korban tetap nekat karena ingin menimbangnya untuk dijual.
“Sudah diingatkan keluarganya ‘udah jangan dipotong, jangan di apa-apain’ tapi orang itu karena mau ditimbang dijual kan digerinda,” ucapnya. (far)
