IPOL.ID – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), angkat bicara menanggapi Risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU yang memuat desakan agar dirinya mengundurkan diri.
Salah satu poin utama desakan tersebut yakni terkait kehadirannya akademikus zionis, Peter Berkowitz, dalam kegiatan Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU).
Menanggapi tuduhan yang mengaitkannya dengan zionisme, Yahya menegaskan jika rekam jejaknya terkait isu Palestina-Israel sudah lama menjadi konsumsi publik, termasuk bagi warga NU yang memilihnya saat Muktamar 2021.
Dia mengatakan bahwa tudingan yang muncul saat ini bukan sesuatu yang baru.
“Saya itu tahun 2018 sudah pernah pergi ke Israel. Saya bertemu Presiden Israel Netanyahu, saya bertemu dengan berbagai elemen di sana dalam berbagai forum. Tapi tahun 2021, saat Muktamar, cabang-cabang dan PWNU memilih saya. Mereka sudah tahu saya pernah ke Israel, dan tetap memilih saya,” ungkapnya, dikutip Senin (24/11).
Ia menegaskan kehadirannya waktu itu dilakukan untuk menyampaikan sikap tegas mendukung Palestina.
