Ia menyatakan posisi tersebut secara terbuka dalam berbagai forum di Yerusalem, bahkan ketika berhadapan langsung dengan Netanyahu.
“Bahwa saya datang ke sini demi Palestina. Itu saya nyatakan di semua kesempatan, dan saya tidak akan pernah berhenti dengan posisi itu, apa pun yang terjadi,” sebutnya.
Tuduhan ini, kata dia, bukan hal baru. Yahya mengaku tidak ingin berprasangka buruk atas munculnya desakan pemakzulan tersebut. Ia menyebut, sebelum ini pun berbagai rumor dan tuduhan tanpa dasar telah beredar luas.
“Sebelum ini, itu rumor sudah enggak karu-karuan. Saya sudah dengar tuduhan macam-macam. Saya makan duit 900 miliar, saya macam-macam. Tapi saya tidak mau bertindak atas dasar rumor atau prasangka,” katanya.
Terkait desakan mundur yang tertuang dalam risalah rapat Syuriyah pada Kamis (20/11) yang ditandatangani oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Yahya menyatakan dirinya hanya akan mengambil sikap jika persoalan tersebut memiliki kejelasan dan kepastian.
“Kalau jelas, baru saya ambil sikap. Kalau tidak jelas, saya mohon maaf, saya tidak berani, apalagi menyangkut NU,” katanya.
