Dalam pesannya, Pangdam juga menegaskan pentingnya peningkatan koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh unsur terkait. “Saya berharap seluruh unsur terkait dapat terus memperkuat koordinasi, mempercepat langkah-langkah penanganan, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi perubahan cuaca yang berpotensi memperburuk kondisi, keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,“ tegasnya.
Ia memastikan bahwa seluruh prajurit Kodam Iskandar Muda akan terus memberikan dukungan penuh kepada pemerintah daerah hingga situasi kembali normal. Prajurit TNI AD di wilayah Kodam IM ditugaskan berada di garis terdepan untuk membantu warga, mulai dari evakuasi, distribusi logistik, hingga dukungan pengamanan di area bencana.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan bahwa banjir, tanah bergerak, dan tanah longsor melanda sembilan kabupaten/kota di Aceh sejak 18 November 2025. Bencana hidrometeorologi yang dipicu curah hujan tinggi, angin kencang, dan kondisi geologi labil ini berdampak pada 14.235 kepala keluarga atau 46.893 jiwa, dengan 455 kepala keluarga atau 1.497 jiwa terpaksa mengungsi.
