“Tentunya kalau untuk rencana memperluas skalanya, kita perlu penanaman juga di tempat lain. Sekarang, kami memanfaatkan yang sudah ada, di Jawa Barat,” tambahnya.
Sebelumnya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau kebun aren di Dusun Cisarua, Garut, Jawa Barat, pada Mei 2025. Ia menilai, tanaman aren memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan dan energi nasional karena mampu menghasilkan bioetanol berkualitas tinggi.
“Berdasarkan perhitungan di atas kertas, dari satu hektare tanaman aren yang tumbuh baik bisa menghasilkan sekitar 24 ribu liter bioetanol,” ungkap Raja Juli.
Ia menambahkan, Indonesia memiliki lahan luas dan petani siap mengelola tanaman aren. “Kita punya banyak lahan dan petani yang bisa mengelola dengan baik. Kalau kita bisa menanam 1,2 juta hektare aren maka kita akan swasembada energi. Pak Presiden Prabowo Subianto sudah memerintahkan tahun ini menanam 300 ribu hektare,” ujarnya.
Dalam kesempatan terpisah, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui penerapan mandatori campuran etanol 10 persen (E10) dalam bahan bakar minyak (BBM).
