Mendag Budi menjelaskan, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan kini menyiapkan program “UMKM Bisa Ekspor”, yang menjadi wadah bagi pelaku UMKM berkualitas untuk menjangkau pasar global.
“Kita memiliki perwakilan di 33 negara. Kami ingin UMKM naik kelas dan masuk ke pasar ekspor. Kalau produk mereka sudah diterima di ritel modern, saya yakin mereka sudah memenuhi standar ekspor,” tukasnya.
Melalui program tersebut, lanjut Budi, pemerintah juga berupaya membangun sinergi dengan UMKM binaan para peritel. Nantinya, pelaku UMKM akan difasilitasi untuk menemukan buyer dari pasar global melalui kegiatan business matching.
Mendag Budi menyebut, nilai ekspor produk UMKM saat ini telah mencapai Rp1,7 triliun, dengan sekitar 70 persen transaksi dilakukan secara daring tanpa pertemuan langsung antara pelaku UMKM dan pembeli di pasar global.
“Kami ingin memastikan produk-produk UMKM memiliki kualitas kuat agar bisa bersaing, baik di dalam negeri maupun di pasar global. Digitalisasi bukan sekadar soal teknologi, tapi juga menyangkut mutu produk,” tambah Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Bidang Produktivitas dan Daya Saing, Yulius.
