Acara wisuda PKN STAN tahun ini mengusung tema “Samorastra”, yang dirangkai dari tiga frasa Sansekerta: Sangharsat (lahir dari perjuangan), Samtosayukta (disertai dengan rasa syukur), dan Rastrabhaktih (pengabdian kepada bangsa). Tema ini, menurut Menkeu, adalah “peta jalan pengabdian” yang menandakan bahwa bakti pada tanah air lahir dari kerja keras yang ditemani rasa syukur.
Menkeu Purbaya pun mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan orang tua wali. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini berdiri di atas doa, dukungan, dan pengorbanan para orang tua. “Dukungan Bapak Ibu adalah mesin perjuangan anak-anak kita. Tanpa itu, anak-anak sulit melesat sejauh ini,” ucap sang Bendahara Negara.
Menutup pidatonya, Menkeu Purbaya menegaskan bahwa kunci keberhasilan bukanlah kejeniusan atau kepintaran, melainkan tekun dan terus memperbaiki diri. “Kalian adalah harapan baru Indonesia. Jaga nama baik diri, keluarga, almamater, instansi, dan negara. Bawa nilai-nilai yang sudah kalian serap ke tempat tugas masing-masing nanti,” pungkas Purbaya. (ahmad)
