IPOL.ID – Penyidik Polda Metro Jaya terus mendalami kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara dengan memeriksa berbagai pihak, termasuk orangtua anak berkonflik hukum (ABH) yang diduga menjadi pelaku. Sebab, salah satu orangtua ABH tersebut bekerja di luar negeri.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk menelusuri sejauh mana komunikasi antara ABH dengan orangtuanya sebelum insiden terjadi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pihaknya sedang berupaya mengomunikasikan pemeriksaan terhadap orangtua ABH tersebut.
“Lagi dikomunikasikan,” katanya, Rabu (12/11).
Penyidik berusaha memastikan apakah orangtua ABH mengetahui rencana ledakan yang dilakukan anaknya.
“Masih didalami,” sebutnya.
Diketahui bahwa pelaku tinggal bersama ayahnya, sementara ibunya bekerja di luar negeri. Kondisi ini disebut menjadi salah satu faktor yang membuat pelaku merasa kesepian.
“ABH tinggal bersama ayahnya (di rumah), sementara ibunya bekerja di luar negeri,” kata Budi.
Terkait dugaan adanya perundungan atau bullying di sekolah, Budi menyatakan hal tersebut masih membutuhkan pendalaman. Penyelidikan harus dilakukan hati-hati mengingat ABH masih dalam tahap pemulihan pasca operasi.
