“Dapat disimpulkan untuk di TKP pertama di masjid, bahwa berdasarkan material yang ditemukan, rangkaian tersebut adalah rangkaian bom aktif dengan menggunakan remote,” jelas dia.
Sementara di lokasi kedua, yakni bank sampah dan taman baca sekolah, ditemukan lima bom rakitan lain. Empat di antaranya disembunyikan dalam kaleng minuman, sedangkan satu bom lainnya dibungkus pipa besi.
Bom yang berada di Bank Sampah dan Taman Baca ini menggunakan mekanisme sumbu api yang dinyalakan langsung oleh pelaku menggunakan pemantik.
“Jadi kalau tidak dibakar ya bom itu tidak meledak. Namun yang dua itu dibakar oleh terduga pelaku. Kemudian explosifnya sama, menggunakan potassium chloride,” terangnya. (far)
