“Masih banyak pesantren besar dengan jumlah santri lebih dari 4.000, namun belum memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),” kata Nanik.
Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menempatkan pesantren sebagai salah satu sasaran utama program MBG. Karena itu, pendataan pesantren, termasuk di daerah terpencil, harus dipercepat.
Menanggapi imbauan tersebut, Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi’i, menyatakan siap mengumpulkan pesantren di berbagai daerah untuk menerima arahan langsung dari BGN.
“Saya akan undang pesantren-pesantren agar mendapat arahan BGN, sehingga mereka bisa segera menjadi penerima manfaat MBG,” ujar Romo.
Kemenag memastikan akan terus memperluas cakupan program MBG, khususnya melalui pembangunan dapur dan fasilitas pemenuhan gizi di lingkungan pesantren.(Vinolla)
