Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Sam Ratulangi Institute Gelorakan Kembali Falsafah “Si Tou Timou Tumou Tou”
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > News > Sam Ratulangi Institute Gelorakan Kembali Falsafah “Si Tou Timou Tumou Tou”
NewsSosok

Sam Ratulangi Institute Gelorakan Kembali Falsafah “Si Tou Timou Tumou Tou”

Wilson B. Lumi
Wilson B. Lumi Published 06 Nov 2025, 07:26
Share
2 Min Read
samratulangi
Dokumn foto: Presiden Soekarno (kiri) dan Sam Ratulangi. (Perpusnas)
SHARE

Ia menegaskan, ketiga pilar itu adalah jalan hidup untuk memanusiakan manusia.

Sementara Dr. Benny Matindas mengingatkan agar ST4 tidak berhenti sebagai slogan. “ST4 adalah filsafat hidup, bukan sekadar semboyan,” katanya.

Benny menelusuri sejarah ST4 yang dipopulerkan pertama kali oleh Ratulangi tahun 1925 di Amurang, dan menegaskan maknanya sebagai dasar etika kemanusiaan.

Sedang diakhir sesi, Jeirry Sumampouw, Direktur Eksekutif SRIN, menilai ST4 sarat nilai humanisme kritis dan demokratis.

“Ratulangi memadukan semangat humanisme Eropa dengan egalitarianisme khas Minahasa,” ungkapnya.

Ia menekankan, ST4 menumbuhkan tanggung jawab sosial, etos Mapalus, dan semangat pelayanan. “Manusia sejati adalah pelayan kemanusiaan, bukan sekadar rakyat,” tegasnya.

Warisan Universal

Seminar ini menegaskan kembali bahwa Si Tou Timou Tumou Tou bukan sekadar semboyan daerah, melainkan falsafah universal yang melandasi peradaban kemanusiaan.

Warisan pemikiran Sam Ratulangi itu kini menemukan relevansinya kembali: menjadi dasar moral dan spiritual bagi generasi baru Indonesia dalam membangun masyarakat yang memanusiakan manusia. (*)

Previous Page12
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: falsafah universal dari minahasa, GSSJ Ratulangi, Sam Ratulangi, Sam Ratulangi Institute, si tou timou tumou tou
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Layanan SIM Keliling untuk warga depok sudah tersedia hari ini. Foto: Polri Kamis 6 November 2025, 2 Lokasi dan Jadwal Layanan SIM Keliling di Kota Depok
Next Article Kemnaker Cris Kuntadi Kemnaker Bangun Sistem Anti-Gratifikasi Berbasis Teknologi

TERPOPULER

TERPOPULER
Persija vs Port FC. Foto: Persija
Headline

2 Kali Tertinggal, Persija Tahan Imbang Port FC

Kriminal
Pedagang Martabak Kemalingan Handphone di Kreo, Ponsel Korban untuk Hadiah Ulang Tahun Anaknya
29 Jul 2026, 16:30
BNI
BNI Perkuat Fundamental Bisnis, Dukung Transformasi BUMN
29 Jul 2026, 19:00
HeadlineNusantara
Kemarau Ekstrem, Dua Desa yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul ke Permukaan
29 Jul 2026, 11:00
Olahraga
7 Negara Bersaing di Caffino Srikandi Merdeka Cup: Ajang Atlet Sepak Bola Putri U-16 Indonesia Berjuang di Kancah Internasional
29 Jul 2026, 16:28
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?