Pos pengungsian tersebut tersebar di beberapa tempat, di antaranya, Balai Desa Oro-oro Ombo sekitar 200 jiwa dan SD 2 Supiturang 100 jiwa. Selain itu, terdapat sejumlah warga dievakuasi menuju Balai Desa Penanggal. Namun pihak BPBD masih melakukan pendataan di lapangan.
Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, terpantau erupsi pada Rabu (19/11) sekitar pukul 14.13 WIB.
Berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), jarak luncur awan panas saat erupsi kurang dari 13 kilometer (km). Menyikapi situasi ini, pemerintah daerah telah menginformasikan kepada warga masyarakat untuk berhati-hati.
Dilihat secara visual, awan panas guguran teramati dengan jarak luncur 13 meter mengarah ke tenggara dan selatan. Di samping itu, teramati satu kali awan panas kurang dari 13 km tenggara-selatan Besuk Kobokan.
Dengan kenaikan status tersebut, otoritas kegunungapian PVMBG merekomendasikan beberapa langkah.
Pertama, tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 20 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar.
