Lebih lanjut, Munjirin mengatakan, try out akan digelar selama emoat sampai lima kali hingga jelang pelaksanaan ujian akhir semester atau ujian nasional. Program digelar untuk memberikan kesempatan dan kesetaraan antara siswa dari keluarga tidak mampu.
“Pemprov DKI memberikan bimbel atau try out bagi keluarga tidak mampu. Ini untuk persiapan memasuki perguruan tinggi negeri bagi mereka. Bimbel digelar sampai Februari mendatang,” ungkapnya.
Sementara, Plt Kepala Sekolah SMAN 62 Jakarta, Luhur Setiawati menuturkan, dari total 642 siswa di sekolahnya, hanya 72 siswa dari kelas 12 yang mengikuti try out.
“Kegiatan hanya satu hari ini dan kita siapkan tiga ruang laboratorium komputer untuk teori bagi 72 siswa kelas 12,” ujar Luhur.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan dan Humas SMAN 62 Jakarta, Syafrizal menambahkan, materi try out KJP iada dua. Yaitu segmen sekolastik dan literasi lumerasi.
Dalam segmen sekolastik itu ada enam item masing-masing penalaran induksi, deduktif, kualitatif. Kemudian pengetahuan dan pemahaman umum, kemudian pengetahuan membaca dan menulis, serta pemahaman kuantitatif.
