Dalam kesempatan itu, Kepala Balai Penataan Bangunan Gedung Prasarana dan Kawasan Jawa Barat, Muhammad Reva menjelaskan bahwa RDF menjadi fokus utama produksi TPST Sentiong. “Kami memproduksi RDF untuk memenuhi kebutuhan industri, seperti pabrik semen dan tekstil, sebagai solusi energi yang lebih ramah lingkungan,” katanya, belum lama ini.
Selain RDF, TPST Sentiong juga menghasilkan berbagai produk turunan lain seperti biomassa sebesar 58,6 persen, fluff 4,2 persen, dan material daur ulang 8,4 persen. Kapasitas pengolahannya mencapai 50 ton sampah per hari, menjadikannya salah satu fasilitas pengelolaan sampah paling produktif di Jawa Barat.
“TPST ini kami bangun sebagai jawaban atas kondisi darurat sampah di Jawa Barat yang merupakan salah satu provinsi penghasil sampah terbesar di Indonesia,” tambah Reva.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, menyebut pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan kapasitas pengolahan sampah dengan membangun TPST baru di masa mendatang. “Untuk saat ini, kami masih mampu menyuplai 15 ton RDF per hari. Ke depan, dengan perbaikan alat dan peningkatan kapasitas, kami yakin bisa mengolah lebih banyak sampah,” katanya.
