“Kita saat ini dikaruniai dengan kemudahan, namun hal tersebut justru membelenggu kita dalam zona kenyamanan. Sejenak marilah kita refleksikan values yang orang tua kita terapkan, mereka dikejar dengan kehidupan yang diibaratkan sebagai singa – maka dari itupula mereka selalu berfikir kedepan dengan keinginan untuk mencapai tujuan yang lebih baik. Era digital yang membawakan tantangan justru seharusnya menjadi motivasi bagi kita untuk lebih kritis, adaptif, beserta kreatif untuk membangun resilience dan daya juang, sebagaimana yang dilakukan orangtua kita lalu,” ajaknya.
Kepala LLDIKTI Wilayah III Jakarta, Tri Munanto, dalam sambutannya mengatakan, wisuda hari ini adalah momentum yang tercapai berkat buah kerja keras para wisudawan serta doa dari orang tua dan bimbingan para dosen.
Menurutnya, gelar sarjana merupakan tanggung jawab moral sekaligus katalis untuk mendorong inovasi.
Dia menyampaikan, wisuda sesungguhnya merupakan momen yang menandakan penyerahan tanggungjawab.
Gelar, lanjut dia, bukan sekedar kebanggaan yang didapatkan. Namun juga menjadi kompas moral beserta katalis yang mampu mendorong inovasi dan kreatifitas. Sehubungan dengan peringatan Dies Natalis ke-6, Tri Munanto menilai ini adalah momen refleksi dan evaluasi bagi UNDIRA.
