“Sebagai prajurit Korps Brimob Polri, saudara bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjamin keberlangsungan kegiatan ekonomi nasional, melindungi masyarakat, dan menunjukkan eksistensi negara di Tanah Papua,” ujar Wadankorbrimob.
“Saudara membawa bukan hanya senjata dan perlengkapan tempur, tetapi juga nama besar Korps Brimob, kehormatan Polri, dan kepercayaan bangsa. Tunjukkan bahwa Brimob selalu menjadi pasukan yang profesional, berani, dan berjiwa kemanusiaan,” sambungnya.
Beliau juga memberikan tujuh penekanan penting kepada seluruh personel, antara lain agar selalu menjaga keimanan, memegang teguh Tribrata dan Catur Prasetya, menjaga soliditas, menghormati kearifan lokal, serta mengutamakan keselamatan personel dan masyarakat.
Upacara kemudian diakhiri dengan penanggalan tanda instruktur dan peserta latihan, penyerahan Duaja Operasi Amole, menyanyikan Hymne Brimob, pembacaan doa, dan penghormatan pasukan kepada Inspektur Upacara.
Dengan semangat “Sekali Melangkah Pantang Menyerah, Sekali Tampil Harus Berhasil”, pasukan Korps Brimob Polri siap melaksanakan amanah negara dalam menjaga keamanan nasional dan kedaulatan bangsa di wilayah Papua Tengah. (ahmad)
