“Jadi mereka bisa saling membantu, mereka yang bertugas di wilayah banjir mungkin capek, dan mulai sakit, jadi bisa istirahat dulu untuk recovery,” bebernya.
Sementara itu, data BPBD Kota Semarang menunjukan ketinggian banjir masih bervariasi. Misalnya di Terboyo Wetan masih sekitar 60 centimeter, Jalan Kaligawe juga masih tergenang, sama halnya di sebrang RSI ketinggalan masih diangka 60 centimeter.
Sementara ketinggian banjir di Kelurahan Trimulyo masih diangka 40 sampai 60 centimeter, dan akses warga masih menggunakan perahu karet. “Penyebabnya sulit masuk ke laut, ini pompa terus dimaksimalkan, Pemkot juga terus mengirimkan bantuan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, minimal warga yang terdampak banjir bisa makan dan logistik yang dibutuhkan terpenuhi, termasuk kebutuhan air bersih, dan lainnya untuk warga yang masih mengungsi.
“Bantuan kita kirim terus, warga paling ngga bisa makan dan kebutuhan lainnya terpenuhi,” katanya.
Sedangkan, Kepala BPBD Kota Semarang Endro Pudyo Martantono memastikan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengurangi curah hujan di wilayah Semarang masih terus dilakukan.

