Pembahasan utama lainnya adalah perihal kepengurusan cabor mana saja yang hingga kini masih terjadi dualisme. Kemenpora ingin mengetahui sejauh mana progres upaya masing-masing komite dalam penyelesaiannya. Untuk itu Wamenpora mengharapkan KONI dan KOI bisa melakukan komunikasi dengan cabor-cabor tersebut.
“Karena saat Pak Menteri bertemu Pak Presiden, Pak Presiden sangat concern, sampai kapan dualisme ini berlangsung. Kan ujung-ujungnya yang kasihan atlet juga,” terang Taufik.
Untuk itu Wamenpora berharap KONI bisa membuka cabor mana saja yang masih berkemelut dalam dualisme, serta bagaimana sikap KOI terkait hal tersebut. Apalagi Presiden Prabowo sudah mendesak untuk mengakhiri semua dualisme cabor-cabor olahraga.
“Saya harap KONI dan KOI juga bisa menyelesaikan, bisa memberikan gambaran. Karena ke depannya hal ini akan merugikan para atlet,” tegasnya yang dalam kesempatan itu didampingi Sekretaris Kemenpora (Sesmenpora) Gunawan Suswantoro, Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama Kemenpora Andry M Ginting, serta Tenaga Ahli Wamenpora Bidang Hukum Ronald Panjaitan. (ahmad)
