Sehingga warga berharap Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta segera menindaklanjuti aspirasi masyarakat ini melalui survei lapangan dan penetapan lokasi embung.
Mereka juga meminta pengawasan terhadap aktivitas pembuangan puing liar serta lalu lintas truk berat di sepanjang Jalan Pool PPD yang menimbulkan debu tebal.
Kendati kondisi lingkungan sudah lebih baik dibanding beberapa tahun lalu, warga menegaskan bahwa pembangunan embung tetap menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga kestabilan tata air. Terutama saat menghadapi musim hujan dan atau cuaca ekstrem. Belum lagi adanya peningkatan pembangunan di wilayah Cakung Barat.
“Kalau bisa pemerintah cepat realisasikan embung. Sekarang sih aman, tapi siapa tahu nanti banjir dan genangan balik lagi kalau pembangunan terus bergulir,” tutupnya. (Joesvicar Iqbal)
