Kepala Bidang Dokkes Polda Sulut, AKBP dr. Tasrif, mengatakan seluruh jenazah telah berhasil dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Manado.
“Kami berhasil mengevakuasi sebanyak 16 jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Manado,” kata dr. Tasrif.
Ia menjelaskan, tahapan identifikasi saat ini memasuki fase ante mortem, yakni pengumpulan data dari pihak keluarga korban. Proses ini meliputi pengambilan sampel DNA dari keluarga maupun korban.
“Kami akan mengambil sampel DNA keluarga dan juga korban,” ujarnya.
Menurut dr. Tasrif, proses identifikasi menghadapi tantangan besar karena metode identifikasi primer berupa sidik jari sudah tidak memungkinkan dilakukan akibat kondisi jenazah.
“Kami sangat berharap identifikasi dapat dilakukan melalui DNA, karena sidik jari sudah tidak bisa digunakan,” jelasnya.
Karena Polda Sulut belum memiliki fasilitas laboratorium pemeriksaan DNA, sampel-sampel tersebut rencananya akan dikirim ke Jakarta.
“Kami butuh waktu. Mudah-mudahan seluruh sampel bisa terkumpul hari ini dan malam nanti akan kami bawa ke Jakarta,” tambahnya.

