Lalu di bidang pencegahan, program Desa Bersinar telah menyasar sebanyak 2.014 desa, sedangkan intervensi ketahanan keluarga anti narkotika menjangkau 4.286 keluarga. Selain itu, BNN RI meluncurkan Program Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN) dan program ANANDA BERSINAR, untuk membentuk generasi muda tangguh dan bebas narkotika.
“Penanganan narkotika harus dilakukan secara komprehensif, holistik, integratif berkelanjutan. Kami terus jalin kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk melalui program CSR, untuk menangani kawasan rawan narkotika baik di perkotaan maupun pedesaan,” ujar Suyudi eks Kapolsek Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Sepanjang 2025, BNN RI juga menandatangani setidaknya 34 dokumen kerja sama nasional dengan instansi pemerintah, BUMN, lingkungan pendidikan, dan komponen masyarakat.
“Hal ini sebagai landasan hukum pelaksanaan berbagai inisiatif pencegahan dan pemberantasan narkotika yang lebih terorganisir,” tutupnya. (Joesvicar Iqbal)

