“Kejurnas kali ini sekaligus sebagai ajang Road To PON XXII/2028 NTT-NTB, jadi kami memastikan siapa yang ikut Kejurnas sudah pasti mendapat tiket untuk PON XXII/2028 NTT-NTB. Kita sengaja memilih kelas yang tidak terlalu tinggi karena ingin membina atlet-atlet muda untuk maju, karena tentu masa depan mereka di olahraga Berkuda khususnya Equestrian masih sangat panjang, dan diharapkan bisa maju ke level yang lebih tinggi yaitu internasional,” ungkap Ketua Umum PP.Pordasi Equestrian Dewi Larasati.
Turut hadir sebagai juri Jumping Federation Equestrian Internasional (FEI) Katrina Holi Gores, dan juri Dressage FEI Wan Ming Ong.
Tantangan Pordasi
Hingga kini Pordasi masih dihadapkan dengan beberapa polemik yang menimbulkan dampak besar bagi keberlangsungan organisasi termasuk dengan seleksi atlet dalam rangka mengikuti ajang internasional yakni SEA Games 2025 Thailand.
“Terdapat beberapa atlet yang diberangkatkan untuk mengikuti SEA Games 2025 Thailand, namun keberangkatan tersebut tidak melalui prosedur yang seharusnya dalam arti tidak melibatkan induk cabang olahraga PP.Pordasi Equestrian dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat,” kata Sekjen PP.Pordasi Equestrian Budi Tulodo dan Ketua Umum PP.Pordasi Equestrian Dewi Larasati.
