Pelatihan atlet harus beradaptasi dengan standar internasional tingkat lanjut, termasuk tren taktik terbaru di sepak takraw.
Turnamen tingkat nasional harus lebih kompetitif untuk memberi pengalaman nyata kepada atlet yang akan berlaga di ajang internasional.
Belajar dari negara yang sukses seperti Thailand dan Vietnam bisa membuka wawasan baru dalam strategi dan pendekatan teknis permainan.
Kisah sepak takraw Indonesia di SEA Games 2025 di Thailand menunjukkan tren penurunan prestasi jika dibandingkan dengan SEA Games 2023 di Kamboja.
Perbedaan dalam jumlah dan kualitas medali—bergeser dari emas menjadi perak dan perunggu—menggambarkan perlunya evaluasi mendalam dalam pembinaan olahraga ini.
Prestasi bukan sekadar simbol, tetapi hasil dari proses sistematis yang harus terus diperbaiki agar Indonesia bisa kembali menjadi kekuatan dominan di sepak takraw regional maupun internasional. (bam)

