Ia mengungkapkan, edisi perdana ini menghadirkan banyak kejutan, termasuk tersingkirnya sejumlah unggulan lebih awal. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan dinamika persaingan yang sehat dan kualitas kompetisi yang semakin merata.
“Itulah tenis. Kompetisi harus terus berjalan secara rutin. Karena itu, PELTI merencanakan format Pro Liga yang berkelanjutan mulai 2026,” tambahnya.
Kualitas turnamen juga tercermin dari laga ganda yang mempertemukan pemain muda dengan legenda tenis nasional. Duel lintas generasi tersebut dinilai menggambarkan esensi tenis sebagai olahraga yang hidup dan terus berkembang.
“Ini membuktikan bahwa tenis hanya bisa tumbuh melalui turnamen yang konsisten, baik yang diselenggarakan PELTI maupun pihak lainnya,” kata Andi Fajar.
Pro Liga Indonesia Master 2025 diikuti hampir 100 atlet putra dan putri dari berbagai daerah. Pembatasan jumlah peserta dilakukan untuk menjaga efektivitas jadwal serta kualitas pertandingan. Evaluasi dari edisi perdana ini, termasuk penentuan waktu dan format ideal, akan menjadi dasar pengembangan ke depan.
