PELTI pun menargetkan penyelenggaraan sedikitnya 10 seri turnamen dalam satu musim, yang akan ditutup dengan turnamen Master.
“Dengan sistem ini, performa pemain dapat dipantau secara konsisten dari pekan ke pekan dan bulan ke bulan,” jelasnya.
Untuk edisi perdana, total hadiah sebesar Rp250 juta disiapkan bagi seluruh nomor, tunggal maupun ganda. Kehadiran pemain asing juga dinilai sebagai nilai tambah selama tetap berada dalam koridor regulasi.
“Tenis itu terbuka. Pemain kita justru membutuhkan lawan yang kuat agar terus berkembang,” tegasnya.
Sementara itu, atlet ganda putra Gunawan Gunawan Trismuwantara mengaku terkesan dengan atmosfer kompetisi.
“Sudah lama saya tidak mengikuti turnamen nasional. Alhamdulillah hasilnya baik dan suasananya sangat menyenangkan. Semoga ke depan turnamen seperti ini terus berlanjut,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan legenda tenis nasional Albert Sie yang turun di nomor ganda.
“Ini sangat bagus untuk regenerasi. Kita membutuhkan kesinambungan. Mudah-mudahan Pro Liga ini terus berjalan dan melahirkan pemain-pemain baru bagi tenis Indonesia,” katanya.
