Peristiwa pembunuhan terjadi pada dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, AI yang tidur satu kamar bersama korban dan kakaknya terbangun dalam kondisi emosi tidak stabil.
“Si adik kemudian mengambil pisau dan menusuk korban berulang kali. Meskipun sempat dihentikan oleh kakaknya, pelaku kembali mengambil pisau kedua dari dapur,” ungkap Calvijn.
Korban sempat masih sadar dan meminta minum sebelum akhirnya meninggal dunia di tempat kejadian saat ambulans dipanggil. Hasil autopsi menunjukkan terdapat sekitar 20 luka tusukan di bagian punggung dan tangan korban.
Menurut Calvijn, terdapat sejumlah faktor yang diduga menjadi pemicu tindakan pelaku. Selain rasa sakit hati akibat sering dimarahi, penghapusan game online milik AI disebut turut memperburuk kondisi emosionalnya.
“Penghapusan game online tersebut menjadi salah satu pemicu yang memperparah kondisi kejiwaan si adik,” jelasnya.
Penyidik juga mendalami pengaruh konten yang sering dikonsumsi pelaku, termasuk permainan bertema pembunuhan serta tontonan animasi yang menampilkan adegan kekerasan menggunakan senjata tajam.
