IPOL.ID- Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan sejumlah dampak serius dari rangkaian bencana yang melanda Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut). Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyebut salah satu dampak paling nyata adalah meningkatnya potensi gagal panen, terutama menjelang akhir 2025 yang diprediksi memiliki risiko cuaca ekstrem lebih tinggi.
Pudji menjelaskan bahwa banjir yang terjadi di beberapa wilayah Sumatra telah mengganggu lahan pertanian, terutama sawah dan tanaman padi. Untuk itu, BPS memperpanjang pengamatan lapangan dalam Kerangka Sampel Area (KSA) di tiga wilayah terdampak tersebut. Data mengenai luasan potensi gagal panen pada November 2025 baru akan dirilis pada Januari 2026.
Tak hanya sektor pertanian, bencana ini juga berdampak pada proses pengumpulan data indeks harga konsumen (IHK). Pudji mengungkapkan petugas BPS mengalami hambatan karena sejumlah pasar yang menjadi lokasi survei turut terdampak, seperti di wilayah Sibolga. Kondisi infrastruktur yang rusak semakin menyulitkan upaya pengambilan data.
