“Kita bisa melihat stadion-stadion yang sudah jadi, bagaimana kemudian kolaborasi antara pusat, pemda dan swasta menjadi hal sangat penting. Kami di Kemenkeu siap untuk menilai aset itu kalau kemudian mau kita kerja samakan dengan swasta,” ujar Dirjen.
Kemenkeu, lanjut Dirjen Askolani, menilai pemeliharaan aset yang disebut sebagai tantangan bagi pemda sejatinya bisa dikolaborasikan dengan pihak swasta. Pasalnya banyak event yang bisa dibuat dari aset-aset tersebut.
“Kami yakin dari aset-aset stadion itu banyak sekali event yang bisa dibuat. Bisa untuk kesenian, bisa untuk aktivitas masyarakat,” sebut Dirjen.
Menurut Kemenkeu, pihak swasta lebih paham perihal pemanfaatan sisi ekonomi dari aset-aset itu ketimbang pemda. Karenanya kolaborasi menjadi sangat penting antara pemda dengan swasta, tinggal bagaimana kemudian transparansi bentuk kerja samanya.
“Nilai aset kita hitung dibantu oleh Kemenkeu. Lalu kita lihat apa yang bisa dilakukan pemda, kemudian dengan swasta kerja samanya seperti apa dan berapa lama,” terang Dirjen Askolani.
