“Kalau kita pikir-pikir ya, sudah maksimal. Tapi tergantung di lapangan mereka tepat sasaran atau tidak,” ujarnya.
Mualem juga mengungkap bahwa banyak donatur dari berbagai daerah yang mengirimkan logistik untuk masyarakat terdampak di Aceh. Namun banyaknya arus bantuan yang masuk dapat memicu miskomunikasi antar pihak jika koordinasi tidak berjalan optimal.
“Donatur banyak sekali. Kita syukuri, tapi mungkin ada proses penyaluran yang belum pas. Itu yang akan kita benahi,” ucapnya.
Sementara itu, pemerintah daerah tengah menyiapkan mekanisme baru untuk memperketat pengawasan distribusi bantuan selama masa tanggap darurat. Upaya ini dilakukan agar tidak terjadi kesimpangsiuran atau dugaan kehilangan logistik seperti yang dilaporkan.
Di sisi lain, sejumlah warga di Bener Meriah dan Aceh Tengah mengaku belum menerima bantuan secara merata akibat akses yang masih terputus di beberapa titik, terutama desa-desa yang berada di lereng atau kawasan longsor. Kondisi ini turut menjadi perhatian pemerintah daerah.
