“Kunci menguasai pasar dalam negeri adalah memiliki produk yang berdaya saing. Kami memfasilitasi business matching agar produk lokal dapat masuk ke department store, sekaligus memperkuat ekosistem niaga elektronik,” kata Mendag.
Selain memperkuat pasar domestik, Mendag Busan juga mendorong pelaku usaha modest fashion untuk memperluas jangkauan ke pasar ekspor. Pada periode Januari–Oktober 2025, nilai ekspor modest fashion Indonesia mencapai USD 7,1 miliar, tumbuh 3,9 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Dalam lima tahun terakhir, ekspor sektor ini menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan rata-rata 3,13 persen.
Untuk mengakselerasi kinerja ekspor, Kemendag menjalankan Program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor. Program ini memfasilitasi pertemuan UMKM dengan buyer internasional melalui 46 perwakilan dagang RI di 33 negara secara daring. “Sampai saat ini, kami sudah memfasilitasi 1.132 UMKM dengan nilai transaksi mencapai USD 134,40 juta atau sekitar Rp2,1 triliun,” kata Mendag.
