Mengenai harga, Portasius menyampaikan bahwa angka final belum ditetapkan karena masih menunggu perhitungan bersama pemerintah dan pihak industri. Namun, ia menyebut kisaran sekitar Rp50 juta dinilai memungkinkan untuk produksi massal kategori mobil multiguna.
“Harga tergantung keputusan pemerintah dan hitungan industri. Prinsipnya mobil rakyat harus terjangkau. Kalau bisa di bawah Rp50 juta untuk varian dasar, itu sangat membantu masyarakat desa,” katanya.
Portasius juga menekankan pentingnya penggunaan komponen lokal. Meski beberapa komponen masih memerlukan kerja sama dengan pabrikan luar negeri, target jangka panjang adalah memaksimalkan produksi dalam negeri melalui pemberdayaan koperasi serta industri kecil dan menengah.
“Spare part sedang kita desain agar lebih banyak diproduksi lokal. Kita ingin industri desa bergerak, bukan hanya membeli. Ada potensi desa-desa tertentu menjadi sentra komponen tertentu. Ini membuka lapangan kerja baru,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa program mobil rakyat merupakan program pemerintah yang akan terus dikembangkan dengan pendekatan kolaborasi antara koperasi, industri, dan kementerian terkait, termasuk Kementerian Pertanian yang sebelumnya telah menjalankan program kendaraan multiguna untuk mendukung mekanisasi di tingkat desa.
