
Lebih lanjut, Stella mengatakan, mengacu pada teori pertumbuhan ekonomi Paul Romer, investasi pada sumber daya manusia, pengetahuan, dan inovasi memberikan efek yang signifikan terhadap perekonomian. Menurutnya, kenaikan investasi riset sebesar 10 persen dapat meningkatkan PDB sekitar 0,2 persen dalam jangka pendek dan hingga 0,9 persen dalam jangka panjang.
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, anggaran untuk riset pada 2025 mencapai Rp3,2 triliun atau meningkat 218 persen ketimbang Rp1,47 triliun tahun sebelumnya.
“Peningkatan terbesar ini karena kami mendapatkan dana riset dari LPDP yang bisa disalurkan langsung kepada universitas,” ujarnya.
Stella menyampaikan bahwa pemerintah memiliki gagasan untuk membangun research university yang kuat dengan kualitas riset yang mumpuni, dan tidak hanya jumlah publikasi. Ia mencontohkan dampak ekonomi universitas riset global, seperti Stanford University, yang menghasilkan manfaat ekonomi tahunan sekitar US$2,7 triliun dan menciptakan jutaan lapangan kerja. “Ini bukan opini, melainkan fakta ekonomi,” katanya.
