“Satuan kerja di tingkat kelurahan maupun kecamatan telah menentukan lokasi pasar murah. Kami memastikan distribusi bahan pokok bersubsidi tepat sasaran,” katanya.
Digarapkannya, penjualan komoditas di bawah harga pasar dapat membantu menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah di tengah meningkatnya permintaan selama periode Nataru.
Kegiatan pasar murah melibatkan penyediaan berbagai stan dan tenda yang diisi oleh lembaga pemerintah, BUMN/BUMD, pelaku usaha swasta, UMKM binaan, serta BUMD pangan seperti PT Food Station, PD Dharma Jaya, dan Bulog, guna menjamin ketersediaan komoditas utama.
“Program Pasar Murah Nataru 2025 ini merupakan wujud nyata komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat melalui pengendalian inflasi di sektor pangan,” tutupnya. (sofian)
