Jembatan Bailey ini dibangun sebagai pengganti sementara jembatan lama yang mengalami kerusakan berat dan terputus akibat banjir bandang disertai tanah longsor. Kerusakan tersebut sempat menghentikan akses transportasi utama yang menghubungkan Kabupaten Bireuen dengan Kabupaten Aceh Utara serta Kota Lhokseumawe, sehingga berdampak pada mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Secara teknis, pembangunan jembatan melibatkan 33 personel Zeni Kodam IM dengan progres pekerjaan mencapai 100 persen. Jembatan menutup bentang terputus sekitar 50 meter, menggunakan konstruksi Bailey tipe 2–1 sebanyak 21 petak, dengan panjang terpasang sekitar 63 meter dan kapasitas beban hingga 60 ton.
Dengan rampung dan berfungsinya Jembatan Bailey Kutablang, diharapkan konektivitas wilayah pantai utara Aceh kembali pulih, aktivitas masyarakat berjalan lancar, serta roda perekonomian dan distribusi logistik antarwilayah dapat kembali bergerak optimal. (Yudha Krastawan)
