Pemain klub Bintang Timur Surabaya ini mengakui mental timnya sempat turun setelah kalah dari Vietnam. Namun pelatih beserta stafnya terus memberikan motivasi untuk bangkit dan menatap laga melawan Thailand dengan optimisme.
“Jadi sebelumnya kita sempat kalah 0-1 dari Vietnam. Kami sempat mungkin agak drop, kecewa pasti. Cuma di situ staf pelatih juga selalu memotivasi kami, terlebih Hector bukan hanya mahir soal taktik, tetapi dia juga motivator ulung,” ungkap Iqbal.
“Dia selalu menekankan mentalitas juara, jadi setelah kekalahan lawan Vietnam, kita langsung fokus lawan Thailand,” imbuhnya.
Diterangkan, sang pelatih menerapkan strategi yang adaptif, selalu menganalisa kelebihan dan kelemahan lawan. Dari situlah Timnas Indonesia bisa memanfaatkan kelemahan-kelemahan Thailand.
“Jadi Hector menerapkan strategi yang cukup baik, dan semua strateginya diikuti oleh pemain-pemainnya,” terang pria 30 tahun ini.
Menurut Iqbal, banyak faktor dalam keberhasilan Indonesia akhirnya mematahkan dominasi Thailand di futsal SEA Games. Prestasi ini salah satunya adalah hasil dari kompetisi liga lokal yang makin baik. Pun begitu, sebelumnya Timnas melakoni laga-laga uji coba melawan berbagai negara menuju pelaksanaan SEA Games.
