“Tim kami hadir sejak awal untuk memastikan keluarga korban mendapatkan ketenangan, pendampingan, serta dukungan psikologis yang diperlukan selama menunggu informasi resmi,” ujarnya, dikutip tribratanews pada Rabu (10/12/2025).
Lebih lanjut ia mengemukakan, proses identifikasi korban yang masih berlangsung ini memberikan tekanan psikologis yang besar, terutama bagi keluarga yang menunggu kabar mengenai orang terdekatnya. Oleh karena itu, pendekatan empatik, komunikasi terapeutik, serta pendampingan berbasis humanis menjadi metode utama dalam pelaksanaan dukungan psikologis.
Ditambahkannya, Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya dalam memberikan penanganan menyeluruh, mulai dari identifikasi, dukungan medis, hingga pemulihan mental bagi keluarga. Pendampingan psikologis, ujarnya, akan terus dilakukan hingga seluruh proses dinyatakan selesai. (tim)
