“Ke depan, kami berharap kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada kunjungan, tetapi berkembang menjadi riset-riset kolaboratif yang memberikan manfaat,” pungkasnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UGM, Selo, menyampaikan bahwa webinar Early Warning, Early Action menjadi forum strategis untuk merumuskan pemikiran dan rekomendasi dalam merespons meningkatnya bencana hidrometeorologi.
“Melalui forum ini, kami berharap lahir rekomendasi komprehensif yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam memperkuat kesiapsiagaan dan ketahanan bencana di Indonesia,” ujarnya.
Webinar ini juga menghadirkan narasumber lintas sektor, antara lain Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, akademisi UGM, serta panelis dari komunitas dan lembaga internasional. Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta dari unsur pemerintah, akademisi, mahasiswa, komunitas, dan praktisi, baik secara luring maupun daring. (ahmad)
