Minimnya uang tunai di tangan warga membuat transaksi harian terganggu. Di saat sebagian wilayah Indonesia mulai terbiasa dengan transaksi digital, banyak pedagang di Aceh Barat masih mengandalkan pembayaran tunai.
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, menyatakan bahwa pemadaman listrik berkepanjangan telah memukul habis seluruh sektor pelayanan publik dan pemerintahan.
“Semua layanan terganggu, sangat terganggu,” tegasnya di Meulaboh, Sabtu (6/12/2025).
Perkantoran pemerintah tak dapat beroperasi normal, layanan administrasi terhenti, dan fasilitas publik lainnya ikut terdampak. Gangguan pada jaringan seluler dan internet semakin memperburuk situasi, membuat komunikasi masyarakat terhambat.
Krisis Aceh Barat kali ini menggambarkan betapa rentannya layanan perbankan terhadap gangguan infrastruktur listrik dan telekomunikasi. Mesin ATM tak berdaya tanpa pasokan listrik dan jaringan internet, sementara masyarakat masih sangat mengandalkan uang tunai untuk kebutuhan sehari-hari.
Kondisi ini tidak hanya menjadi krisis layanan perbankan, tetapi juga krisis ekonomi yang berpotensi meluas jika pemadaman listrik terus berlanjut.(Vinolla)
