Sehingga dalam pembuatan taman itu pihaknya banyak memanfaatkan barang bekas. Seperti potongan kayu bekas penopingan pohon dijadikan meja dan bangku. Ada juga yang dibuat menjadi pagar pembatas dicat warna warni sehingga terlihat menarik.
Pun demikian, ada pula ban bekas mobil yang disusun rapi dijadikan sebuah meja bundar. Lalu ada genteng bekas yang dicat warna pink untuk pembatas taman agar tanahnya tidak longsor, dan lahan yang ditanami dengan tanaman hias.
Sementara, PPSU yang membuat taman, Nanang Endy Supriadi, 53, mengatakan, dalam pembuatan taman, banyak tanaman hias yang sudah ditanam disana. Sebagian ada yang hasil stek PPSU di kantor kelurahan dan banyak juga hasil bantuan dari Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur.
“Kalau untuk jenis tanaman hias Adam – Hawa dan Pilo Kuning itu hasil stek sendiri di kantor kelurahan. Selebihnya bantuan dari Sudin Tamhut Jakarta Timur,” kata Nanang.
Dikatakannya, jenis tanaman bantuan dari Sudin Tamhut ini adalah Rawelia Rebah dengan jumlah sebanyak 1.000 polybag. Kemudian, jenis Krokot Merah 1.000 polybag, Drakena 2.000 polybag, Suji Kuning 500 polybag, Anjuang Merah 500 polybag, Liliparis 1.000 polybag, dan Supra Bombay 2.000 polybag. (Joesvicar Iqbal)
