Lebih lanjut, Gubernur DKI Pramono menegaskan, kembang api berskala besar akan diatur agar tidak dinyalakan. Kebijakan itu merupakan bentuk empati kepada warga di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang masih berduka serta tengah melakukan pemulihan pasca bencana tanah longsor dan banjir.
“Bahkan untuk acara pergantian tahun, saya sudah meminta untuk kita lebih banyak berdoa”.
Sehingga para pedagang terompet dan kembang api di Pasar Gembrong mengeluhkan jarang dan atau sepinya pembeli kembang api yang ingin merayakan tahun baru 2026 penghujung tahun 2025 ini.
Perayaan pergantian malam tahun baru rasanya tidak lengkap tanpa meniup terompet dan menyalakan kembang api. Hal itu sudah biasa dilakukan warga masyarakat saat beberapa hari menjelang pergantian malam tahun baru.
Pedagang terompet Pasar Gembrong, Umaenah mengaku omzetnya menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, cuaca yang sedang musim hujan melanda Jakarta dan sekitarnya.
“Adanya imbauan Pak Gubernur DKI Jakarta terkait larangan pesta kembang api untuk tahun baru juga membuat kami (pedagang) pasrah,” kata Umaenah, Minggu (28/12/2025).
