“Kami mohon hanya lima hari saja Pak gubernur, tidak setiap hari juga dagang terompet sama kembang api ini,” harap pedagang perempuan itu.
Pedagang terompet lainnya yakni Saptoni mengungkapkan, para pedagang di Pasar Gembrong tak patah arang, dia tetap optimis satu hari sebelum malam perayaan tahun baru 2026 dagangannya bakal habis terjual.
“Kami buka jam 10.00 WIB hingga tengah malam. Saya setiap tahun berjualan disini. Untuk terompet yang dijual dengan harga Rp20 ribu-Rp25 ribu,” ujar Saptoni.
Sementara, pembeli, Dean mengatakan, dia menyempatkan diri membeli terompet untuk anak-anak di rumah. Disamping harga terompetnya murah di Pasar Gembrong ini, bentuknya pun unik.
“Ya buat anak-anak terompetnya, memang setiap tahun ya, buat seru-seruan saja,” tutup Dean yang mengendarai sepeda motor. (Joesvicar Iqbal)
